Jamu untuk Darah Tinggi: 6 Bahan Herbal dan Cara Membuatnya

Ngebun.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi yang perlu dikontrol karena sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Selain menerapkan pola makan sehat, menjaga aktivitas fisik, dan mengikuti pengobatan yang diberikan tenaga kesehatan, masyarakat Indonesia juga mengenal penggunaan jamu sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Salah satu formula jamu yang pernah diteliti dan dikembangkan dalam program jamu saintifik terdiri dari enam bahan herbal, yaitu seledri, pegagan, kumis kucing, temulawak, kunyit, dan meniran. 

Kementerian Kesehatan mencantumkan formula ini sebagai salah satu ramuan yang dapat digunakan untuk membantu mengelola tekanan darah tinggi.

6 Bahan Herbal dalam Ramuan

Dalam satu kali pembuatan untuk penggunaan sehari, bahan yang digunakan adalah:

  • Seledri: 15 gram
  • Pegagan: 9 gram
  • Kumis kucing: 9 gram
  • Temulawak: 9 gram
  • Kunyit: 9 gram
  • Meniran: 9 gram

Bahan-bahan tersebut merupakan bahan herbal yang digunakan dalam keadaan kering. Formula ini merupakan salah satu formula jamu yang pernah menjadi objek penelitian terkait hipertensi.

Cara Membuat Jamu untuk Tekanan Darah Tinggi

Cara membuatnya cukup sederhana.

  1. Gunakan sekitar 1 liter air untuk merebus satu kemasan ramuan.
  2. Masukkan seledri, pegagan, kumis kucing, temulawak, kunyit, dan meniran ke dalam panci.
  3. Rebus menggunakan api kecil selama sekitar 15 menit.
  4. Setelah selesai direbus, diamkan hingga cukup dingin kemudian saring menggunakan alat penyaring berbahan nonlogam.
  5. Hasil rebusan diminum 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam. Ramuan yang sudah dibuat digunakan pada hari yang sama.

Mengapa Keenam Herbal Ini Digabungkan?

Masing-masing bahan memiliki karakteristik dan kandungan senyawa yang berbeda.

Seledri dan kumis kucing, misalnya, dikenal memiliki aktivitas diuretik. Efek tersebut dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil dan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi ramuan ini.

Sementara itu, pegagan, temulawak, kunyit, dan meniran juga menjadi bagian dari formula yang diteliti dalam pengembangan jamu untuk hipertensi. Penelitian terhadap formula enam herbal ini telah dilakukan, termasuk penelitian praklinis dan kajian jamu saintifik.

Apa Kata Penelitian?

Formula jamu dengan kombinasi enam herbal tersebut telah menjadi objek penelitian mengenai penggunaannya pada hipertensi. Salah satu sumber Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa ramuan tersebut telah melalui penelitian terkait keamanan dan khasiatnya.

Namun, hasil penelitian terhadap jamu tidak berarti seseorang boleh menghentikan obat hipertensi yang telah diresepkan dokter.

Hipertensi merupakan kondisi yang membutuhkan pengendalian tekanan darah secara teratur. Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Hipertensi Dewasa juga telah ditetapkan Kementerian Kesehatan pada 2026 sebagai acuan pelayanan hipertensi di Indonesia.

Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengonsumsi

Walaupun berasal dari bahan tanaman, jamu tetap perlu digunakan secara bijak.

Menurut informasi Kementerian Kesehatan, ramuan ini dapat menyebabkan lebih sering buang air kecil. Penggunaannya juga tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui, serta perlu kehati-hatian pada orang yang memiliki gangguan fungsi ginjal berat.

Karena beberapa bahan dalam ramuan memiliki aktivitas diuretik, orang yang sedang menggunakan obat diuretik sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya.

Selain itu, jika membeli jamu dalam bentuk produk jadi, perhatikan kemasan, label, tanggal kedaluwarsa, dan izin edar. BPOM juga mengingatkan masyarakat mengenai risiko obat tradisional yang dicampur bahan kimia obat (BKO).

Jamu Bukan Pengganti Obat Hipertensi

Hal terpenting adalah jangan menganggap jamu sebagai pengganti obat hipertensi yang telah diberikan dokter.

Jamu dapat menjadi bagian dari pemanfaatan tanaman obat secara tradisional dan, untuk formula tertentu, telah diteliti secara ilmiah. Namun, penderita hipertensi tetap perlu melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala dan mengikuti terapi yang diberikan tenaga kesehatan.

Menjaga berat badan, mengatur pola makan, membatasi asupan garam, cukup bergerak, tidur cukup, serta tidak merokok juga merupakan bagian penting dalam pengelolaan tekanan darah.

Catatan: Artikel ini bersifat informasi dan bukan pengganti diagnosis atau pengobatan dari dokter. Jangan menghentikan obat hipertensi yang diresepkan tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.***

Posting Komentar untuk "Jamu untuk Darah Tinggi: 6 Bahan Herbal dan Cara Membuatnya"